Minggu, 04 April 2021

SMANTEK MENYAPA PPDB DIBUKA

 


TEORI BELAJAR JNTUK ABAD 21

 Adapun pengertian dari belajar menurut Ernest R. Hilgard adalah kegiatan atau proses yang dilakukan secara sengaja dan menimbulkan perubahan atas keadaan sebelumnya. Umumnya setelah belajar seseorang cenderung melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik. 

Nah, bicara mengenai teori pembelajaran sebenarnya jenisnya cukup beragam. Di antaranya terdapat 5 jenis teori belajar menurut para ahli yang paling terkenal. Simak poin-poinnya berikut ini.

  • Teori Kognitif

Teori kognitif mulai berkembang pada abad 20-an. Secara sederhana teori ini menggambarkan bahwa belajar adalah aktivitas internal yang terdiri dari beberapa proses, seperti pemahaman, mengingat, mengolah informasi, problem solving, analisis, prediksi, dan perasaan. 

Ada juga yang menggambarkan bahwa teori belajar kognitif itu ibarat komputer. Proses awalnya dimulai dengan input data, kemudian mengolahnya hingga mendapatkan hasil akhir. Beberapa tokoh yang berperan mengembangkan teori ini adalah Jean Piaget, Bruner, dan Ausubel. 

Dalam proses belajar mengajar di sekolah, contoh penerapan teori kognitif adalah guru menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik serta memberi ruang bagi mereka untuk saling bicara serta diskusi dengan teman-temannya.

  • Teori Behavioristik

Teori yang dianut sejumlah ilmuwan, seperti Gage dan Berliner ini menyatakan bahwa sebuah pengalaman mampu mengubah tingkah laku (kebiasaan atau proses berpikir) seseorang sebagai hasil proses belajar dari pengalaman itu sendiri. 

Untuk mengaplikasikan teori ini, seorang guru perlu melakukan beberapa proses, seperti memberikan dorongan supaya muridnya dapat merasakan rasa ingin tahu, melakukan stimulus guna memperoleh respons siswa, dan melakukan penguatan (reinforcement)—pengulangan stimulus dalam bentuk berbeda. 

Teori behavioristik dinilai terlalu fokus pada pendidik. Jadi, tantangannya adalah guru harus lebih kreatif dalam menyampaikan suatu materi agar siswa tidak bosan. 

  • Teori Humanis

Teori belajar selanjutnya adalah humanistik yang berkembang dari teori behavioristik. Tokoh dari teori humanis adalah Carl Rogers dan Abraham Maslow. Dilihat dari definisinya, teori humanis adalah metode pembelajaran yang fokus pada peserta didik guna mengembangkan potensinya. 

Ada beberapa faktor yang mendukung teori humanis, yaitu peran kognitif—pemahaman seseorang tentang ilmu pengetahuan, dan peran afektif—faktor mental yang membentuk individu. 

Dengan mengaplikasikan teori humanis, siswa akan merasa senang selama proses belajar dan bisa menguasai materi dengan gampang. 

  • Teori Konstruktif

Teori konstruktif sejatinya sudah ada dari dulu, namun masih digunakan sampai sekarang  karena bersifat efektif dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan zaman. Lewat teori konstruktif, peserta didik diajak untuk mendalami pengetahuan secara bebas atau juga bisa memaknainya sesuai pengalaman. 

Dalam praktiknya, siswa akan diberi ruang untuk membuat ide atau gagasan menggunakan bahasanya sendiri. Dampaknya, lewat penjelasan yang familier, orang lain diharapkan mampu menerima ide yang disampaikan dan merangsang imajinasinya. 

  • Teori Gestalt

Teori Gestalt merupakan percabangan dari teori kognitif. Teori ini muncul dari buah pikiran seorang psikolog Jerman, yaitu Max Wertheimer. Dalam teori gestalt, proses belajar seseorang dimulai dari mendapatkan informasi, kemudian melihat strukturnya secara menyeluruh. 

Setelah itu, proses dilanjutkan dengan menyusun kembali informasi yang didapat dalam struktur yang lebih sederhana hingga individu tersebut mampu memahami informasi yang coba disampaikan.  

Menariknya, konsep ini tak hanya diaplikasikan dalam proses belajar mengajar antar guru dan murid, tapi juga biasa dimanfaatkan dalam proses desain. 

Demikian 5 teori belajar paling terkenal dalam dunia psikologi pendidikan. Memasuki abad 21, muncul teori baru yang disebut sebagai pembelajaran abad 21. Teori ini dirancang khusus agar sesuai dengan kebiasaan generasi milenial yang hidup serba modern akibat berkembangnya teknologi secara pesat. 

Di dalam pembelajaran abad 21, Anda akan mengenal 4 konsep utama, yaitu kerja sama, komunikasi, berpikir kritis dan problem solving, serta daya cipta dan inovasi. Melalui konsep tersebut, harapannya peserta didik bisa mencapai masa depan yang cemerlang. 

Minggu, 28 Februari 2021

KKO

 KATA KERJA OPERASIONAL (KKO)

TAKSONOMI BLOOM

C1- Pengetahuan

C2-Pemahaman

C3  Aplikasi

C4  Analisis

C5  Evaluasi

C6  Kreasi


Mengutip

Memperkirakan

memerlukan

menganalisis

mempertimbangkan

mengabstraksi


Menyebutkan

Menjelaskan

menyesuaikan

Mengaudit/ memeriksa

menilai

menganimasi


Menjelaskan

Mengkategorikan

mengalokasikan

membuat blueprint

membandingkan

mengatur


Menggambar

Mencirikan

mengurutkan

membuat garis besar

menyimpulkan

mengumpulkan


Membilang

Merinci

menerapkan

memecahkan

mengkontraskan

mendanai


Mengidentifikasi

Mengasosiasikan

menentukan

Mengkarakteristik-kan

mengarahkan

mengkategorikan


Mendaftar

Membandingkan

menugaskan

membuat dasar pengelompokkan

mengkritik

mengkode


Menunjukkan

Menghitung

memperoleh

merasionalkan

menimbang

mengkombinasikan


Memberi label

Mengkontraskan

Mencegah

menegaskan

mempertahankan

menyusun


Memberi indeks

Mengubah

mencanangkan

membuat dasar pengkontras

memutuskan

mengarang


Memasangkan

Mempertahankan

mengkalkulasi

mengkorelasikan

memisahkan

membangun


Menamai

Menguraikan

menangkap

mendeteksi

memprediksi

menanggulangi


Menandai

Menjalin

memodifikasi

mendiagnosis

menilai

menghubungkan


Membaca

Membedakan

mengklasifikasikan

mendiagramkan

memperjelas

menciptakan


Menyadari

Mendiskusikan

melengkapi

mendiversifikasi

merangking

mengkreasikan


Menghafal

Menggali

menghitung

menyeleksi

menugaskan

mengkoreksi


Meniru

Mencontohkan

membangun

memerinci ke bagian-bagian

menafsirkan

memotret


Mencatat

Menerangkan

membiasakan

menominasikan

memberi pertimbangan

merancang


Mengulang

Mengemukakan

mendemonstrasikan

Mendokumentasi-kan

membenarkan

mengembangkan


Mereproduksi

Mempolakan

menurunkan

menjamin

mengukur

merencanakan


Meninjau

Memperluas

menentukan

menguji

memproyeksi

mendikte


Memilih

Menyimpulkan

menemukan

mencerahkan

memerinci

meningkatkan


Menyatakan

Meramalkan

menggambarkan

menjelajah

menggradasi

memperjelas


Mempelajari

Merangkum

menemukan kembali

membagankan

merentangkan

memfasilitasi


Mentabulasi

Menjabarkan

menggunakan

memngumpulkan

merekomendasikan

membentuk


Memberi kode


Melatih

membuat kelompok

melepaskan

merumuskan


Menelusuri


Menggali

mengidentifikasi

memilih

Menggeneralisasikan


Menulis


Membuka

mengilustrasikan

merangkum

menumbuhkan




mengemukakan

menyimpulkan

mendukung

menangani




membuat faktor

menginterupsi

mengetes

mengirim




membuat gambar

menemukan

memvalidasi

memperbaiki




membuat grafik

menelaah

membuktikan kembali

menggabungkan




menangani

menata


memadukan




mengilustrasikan

mengelola


membatasi




mengadaptasi

memaksimalkan


menggabungkan




menyelidiki

meninimalkan


mengajar




memanipulasi

mengoptimalkan


membuat model




mempercantik

memerintahkan


mengimprovisasi




mengoperasikan

menggarisbesarkan


membuat jaringan




mempersoalkan

memberi tanda/kode


mengorganisasikan





memprioritaskan


mensketsa





mengedit


mereparasi


Sabtu, 23 Januari 2021

pentingnya IQ EQ dan SQ

  •  Belajar adalah usaha sadar yang dilakukan untuk membuat diri ini lebih baik. Dalam belajar kita di pengaruhi dua factor besar yaitu eksternal yang meliputi lingkungan, fasilitas belajar dan lain-lain. Dan factor internal yang meliputi motivasi, keinginan, kecerdasan (IQ, EQ dan SQ), perasaan (emosi), kehendak (konasi) dan pengenalan (kognisi). Untuk membuat suasana belajar yang nyaman dari siswa kita harus mengetahui seberapa besarkah kecerdasan mereka dalam menagkap pengajaran dari gurunya. Hanya dengan begitu, kita bisa memberikan pelajaran sesuai dengan kapasitasnya, karena kalau tidak, otak mereka akan terbuang begitu saja karena memaksakan dirinya untuk paham pada materi yang tidak sesuai dengan kapsitasnya.

PEJUANG BANTARA-LAKSANA

 


Selasa, 20 Oktober 2020

KUTIPAN sajarah Palabuanratu

 SAJARAH PALABUAN RATU NURUTKEUN PANTUN BOGOR & BABAD CIANJUR (Cek Buhun Sunda, Nyi Roro Kidul Ngan Saukur Dongeng Ciptaan Mataram) 


Kintunan : Luki Hermawan


Runtuhna karajaan Pajajaran teu sakaligus, kusabab wadyabalad Islam geus aya 12 kalina ngagempur Pajajaran salila 5 taun angger nagen teu bisa ditembus benteng pertahananana. Kakarak dina mangsa karajaan dipimpin ku Prabu Nilakendra, benteng Pajajaran nu dibangun ku Prabu Siliwangi taun 1478 ahirna ancur ditarajang wadyabala Islam. 

Kitu oge aya sababaraha sabab anu jadi cukanglantaranna, dina buku Sajarah Cianjur nu disusun ku Drs. Bayu Surianingrat ngajelaskeun yen ancurna benteng Pajajaran kusabab nu jaga panto gerbangna nyaeta dua sadulur Ki Jongjo jeung Ki Jungju hianat ka Pajajaran kusabab nyeri hate pangkatna teu naek-naek, ahirna mukakeun panto gerbang benteng Pajajaran. Sedengkeun cek Pantun Bogor, jebolna pertahanan Pajajaran kusabab Jaya Antea salah sauran gegeden Pajajaran hianat, sarta biluk ka pasukan Banten. 


Lian ti eta runtagna Pajajaran kusabab kaayaan pamarentahanana geus nyirorot pamorna teu siga jaman Prabu Siliwangi buyutna Prabu Nilakendra, korupsi dimamana, gegeden karajaan geus loba hianat ka rahayat jeung rajana, ari Prabu Nilakendra raja Pajajaran hirupna ngaresi, resep nyepen, puasa saban poe, nepika teu paduli kana kaayaan nagara. 


Kaayaan kitu pikeun Sultan Banten Maulana Yusup matak pihariwangeun, dilain-lain oge karajaan Pajajaran teh warisan karuhuna nyaeta Prabu Siliwangi, kapan Maulana Yusup teh putrana Maulana Hasanuddin Sultan Banten ka I, ari Maulanan Hasanudin putrana Sunan Gunung Jati Cirebon, Sunan Gunung Jati Cirebon putrana Ratu Mas Rara Santang, sedengkeun Ratu Mas Rara Santang putrana Prabu Siliwangi Sri Baduga Maharaja ti prameswari Ratu Subanglarang. Jadi sabenernamah antara Banten jeung Pajajaran sakokocoran sarua seuweu siwi Prabu Siliwangi. Panembahan Yusup ngarasa geus waktuna Pajajaran disalametkeun tina sagala rupa krisis moral anu tumiba ka rahayatna. 


Kukituna dina hiji poe, tengah peuting Ki Jungju mawa pasukan kalayan lenlencepan muru gapura benteng Pajajaran, ti dinya geus ngadagoan Ki Jongjo adina anu mukakeun panto gerbang benteng karaton, sakedet netra sanggeus dibuka panto utama benteng mah Panembahan Yusup marentahkeun pasukanna asup kajero benteng kalayan ngadadak, atuh puguh dibere serangan dadakan ti pasukan tempur gabungan sapangeusi Pajajaran anu sarare tibra tagiwur, teu puguh polah, najan aya pasukan karajaan anu ngalawan bari taya komando anu utama. 

Matak harita keneh tanggal 8 Mei 1579 Pajajaran sirna ing bumi, karaton diduruk teu disesakeun saeutik-eutik acan ku pasukan Islam. 


Makam-makam raja dibongkaran make siayah Tumpas Kelor strategi Demak nyaeta anu salawasna ngancurkeun hiji kabudayaan nepika ka akar-akarna. Matak ulah heran nepika ayeuna makam raja Sunda ampir taya nu nyesa, anu aya oge loba anu disamarkeun jadi makam waliyuloh sangkan henteu diancurkeun ku pasukan Islam jaman harita. 

Prabu Nilakendra ngalolos ti Karaton, duka kamana jugna makamna taya nu terang dugi ka ayeuna. Putra makuta Pajajaran Ragamulya Suryakancana disalametkeun ka gunung Pulosari Banten. Ngan nurutkeun pedaran Pantun Bogor, Prabu Nilakendra atawa Prabu Siliwangi Pamungkas nyalametkeun diri ka basisir Tegal Buleud Sukabumi (aya dina Riwayat Wangsit Siliwangi). 


Sanggeus Prabu Siliwangi Pamungkas ngahiyang, Prabu Anom Kian Santang ngaroloskeun diri ka gunung Halimun, muka kahirupan anyar jadi somah kalayan nyamurkeun diri jadi Batara Cikal anu engkena ngarundaykeun masarakat adat Ciptagelar. Sawarehna deui urut Bareusan Bhayangkara (pangawal raja) muka kahirupana anyar jadi karuhun masarakat adat Baduy Banten ayeuna. Sedengkeun rombongan putri cikal Prabu Siliwingawi nyaeta Putri Gandrung Arum, nyalametkeun diri hirup nyamuni jadi Batari di Lebak Cawene, disebut Lebak Cawene teh kusabab sang putri di baturan ku 7 dayang-dayang geulis anu masih keneh cawene / parawan antukna tempat eta disebut lebak Cawene. 

Lebak Cawene nepika ayeuna taya nu terang dimana persisna, ngan cenah aya diantara gunung Halimun, gunung Bengbreng, gunung Beser, Gunung Suren, gunung Pangkulahan, gunung Ciawi tali, gunung Panyogehan, gunung Salimbar, jeung gunung Talaga. 

Ngan cenah dilebak Cawene bakal kaluar kakayaan alam anu tohaga pikeun anu masih keneh tuhu kana Purbatisti purbajati Sunda, ari ugana nyaeta kieu : 


Wayah Lebak Cawene jadi enggon pindah Pangawinan, dibalabar heula ku diwayah janari gede. Manuk ketug bae 7 liliran, rame sora nu tungtugulan di gunung Lumpang laju digunung Halimun kadenge rame sora nu gogoongan. 


Tanda-tanda kaguarna Lebak Cawene nyaeta sakumaha Uga kieu : Amun di ci Sogeh Beulah girang geus aya cukang batu, sakendengan gunung Kendeng baris rata katincakan. Lantaran tengah alas nu Beulah kidul, ku anu turun tina papatong, aya curug sina digempur jeung disogehna gunung Combong, anu ngurugan karaton aheng anu eusina putri-putri denok marontok, gareulis arenay koneng…” Teu saeutik korban jiwa salila ratusan taun nepika ayeuna anu tadina hayang muka harta karun sakumaha Uga Lebak Cawene anu masih keneh misterius nepika ayeuna. 

Cag heula ngeunaan Lebak Cawane, ayeuna urang caturkeun lalampahan putri bungsu Prabu Nilakendra, nyaeta Dewi Purnamasari nyalametkeun diri ka basisi laut kidul. Sanggeus tilu bulan leumpang sakaparan-paran antukna Purnamasari netepkeun diri muka kahirupan anyar di muara Cimandiri. Dibarengan ku pangawalna anu satia nyaeta Rakean Kalangsunda sang putri ngababakan muka kampung dingaran Babakan Cidadap. 


Ngaran Cidadap nyoko kana hiji sirah cai anu aya tangkal dadapna. Lila-lila Babakan Cidadap beuki rame, didaregdeg ku para pamayang marake parahu, jukung paying jeung nudaragang nepika jadi hiji kapuunan. Dalapan taun ti harita jadi palabuan laut nu rame, ku rahayatna dingaranan Cidadap Palabuan Nyai Ratu, sebutan Nyai Ratu nyaeta pikeun Dewi Purnamasari anu diangkat jadi Puun / Kapala pamarentahan. Dewi Purnamasari jadi Ratu Puun lilana 15 taun, nepika tempatna nelah Palabuan Nyai Ratu Puun. Jabatan Ratu Puun dipasrahkeun ka putri tunggalna nyaeta Mayang Sagara, tina jatukrami jeung Rahyang Kumbang Bagus Setra satria Pajajaran anu gugur sawaktu Pajajaran diserbu tentara Islam. Sanggeus masrahkeun kalungguhan  Ratu Puun ka anakna, Dewi Purnamasari tuluy hirup mandita nunggu papasten ajalna di gunung Sireum (deukeut Warung Kiara Kab. Sukabumi ayeuna). 


Sawaktu mimiti marentah Ratu Puun, kaayaan Cidadap Palaban Nyai Ratu Puun geus nyilorot pamorna, kukituna ku Mayang Sagara puser dayeuhna ti Cidadap dipindahkeun ka lokasi Palabuan Ratu ayeuna. Ditempat anyar ieu Mayang Sagara ngawangun karaton agreng, sang putri henteu deui ngan saukur Ratu Puun tapi diistrenan jadi Ratu Karajaan anyar anu rek ngawariskeun Pajajaran anu geus sirna, karajaan anyarna dingaran Pakuan Pajajaran Mandiri. Dewi Mayang Sagara dinobatkeun ku sebutan suci Ratu Kidul. Wilayahna jadi karajaan basisir laut nu tohaga, ngalimpudan Gebang Kuning (Pakidulan Garut), Tanjung Panto Muara Binuangen (Pakidulan Banten), malah Palabuan ratu oge harita remen disebut Dayeuh Pakuan, sebutan anu kungsi dipake ku Sri Baduga Maharaja sawaktu ngajadikeun Bogor jadi puseur dayeuh Pajajaran. Ngan pikeun rahayatna mah tetep wae nyebutna teh Palabuan Nyai Ratu Puun, sedengkeun ka Mayang Sagara nyebutna teh Ratu Kidul. 


Karajaan Pakuan Pajajaran Mandiri kungsi diserang ku Nyai Ratu Sagara Jampang ti basisir laut Kidul Garut, malah nepika bisa ngasupkeun Mayang Sagara ka pangberokan, ngan upaya ngarebut kakawasaan bisa dperuhkeun ku Rakean Kalang Sunda manten senopati Pajajaran anu teu weleh satia ngaping ngajaringna. Ratu Kidul Mayang Sagara sajaman jeung Dalem Cikundul/ Aria Wiratanu I Bupati Cianjur ka I (1677-1691). Malahmah Ratu Kidul Mayang Sagara milu nungkulan masamoan para adipati digunung Rompang Pakidulan Sukabumi. Masamoan para kepala daerah anu di kokolotan ku Sang Hyang Borosngora raja Panyalu dihadiran oge ku para Bupati liana saperti Raden Sanghyang Panaitan atawa Raden Widaya / Pangerang Rangga Sinom ti Sedang, Kanjeng Adipati Sukawayana, Raden Adipati Lumaju Gede Nyilih Nagara ti Cimapag, Kanjeng Kyai Aria Wangsa Merta ti Tarikolot, Cikartanagara, Kanjeng Dalem Nala Merta ti Cipamingkis,Pangeran Hyang Jaya Loka ti Cidamar,Pangeran Hyang Jatuna ti Kadipaten Kandang Wesi, Pangeran Hyang Krutu Wana ti Parakan Tilu,Pangeran Hyang Manda Agung ti Sancang. Para bupati anu haladir kabeh sapuk ngadegkeun karajaan nu disebut karajaan Gagang, sedengkeun anu kapilih jadi rajana nyaeta Dalem Cikundul bupati Cianjur diistrenan jadi Raja Gagang. 

Proklamasi karajaan Gagang diumumkun tanggal 2 September 1655, anu eusina negeskeun yen anggota karajaan Gagang henteu tunduk ka sasaha ( Ka Mataram, Sumedang Larang, Banten, Cirebon jeung Belanda). Karajaan Gagang ngan tunduk patuh ka hukum Alloh SWT. Karajaan Pakuan Pajajaran Mandiri di Palabuan Ratu Sukabumi nu dipimpin Ratu Kidul beuki gede, antukna mawa hariwang ka Sultan Mataram Amangkurat I (1646-1677) anu harita keur geten ngajajah pulo Jawa kaasup Jawa Barat ti jaman Sultan Agung Mataram (1613-1645) keneh.


 Amangkurat I tuluy ngeridkeun pasukana ka Palabuanratu ngagempur karajaan nu dipimpin Ratu Kidul Mayang Sagara. Tangtu wae Kasultanan Mataram anu didukung ku Belanda lain tandingan karajaan Palabuanratu. Karajaan Pakuan Pajajaran Mandiri ancur burakrakan digempur pasukan Mataram, Ratu Kidul Mayang Sagara gugur dikurebkeun di Karang Hawu.

 Ku jahat-jahatna pulitik Kasultanan Mataram anu harita keur ngajajah tatar Sunda, hayang maksakeun budaya Jawa ka urang Sunda. Nepika sejarah Palabuanratu dirubah total, riwayat Dewi Purnamasari jeung Ratu Kidul Mayang Sagara dihapus, diganti ku dongeng Nyi Roro Kidul pangawasa karajaan siluman basisir laut Palabuanratu. Politik ngahapus sejarah karuhun Sunda hasil, antukna nepika yeuna geus ngaurat akar Nyi Roro Kidul raja siluman laut dipercaya kuumumna rahayat Nusantara. Sedengkeun riwayat anu samestina nyaeta Dewi Purnamasari jeung Ratu Mayang Sagara nu ngadegkeun Palabuanratu weleh geus teu dipikawanoh deui, hususna ku urang Sunda pituin. (Luki Muharam)


Senin, 10 Agustus 2020

HARI PRAMUKA BUKAN HUT PRAMUKA

 edigunawan#salam pramuka!

Setiap tanggal 14 Agustus, Pramuka seluruhIndonesia memperingati Hari Pramuka. Sebagian kalangan ada yang mengatakan HUTGerakan Pramuka atau HUT Pramuka, padahal tanggal 14 Agustus bukanlah harilahir Gerakan Pramuka. Tetapi mengapa Hari Pramuka jatuh pada tanggal 14Agustus?

Secara yuridis formal Gerakan Pramuka lahir padatanggal 20 Mei 1961, karena pada tanggal tersebut Pj. Presiden RepublikIndonesia menandatangani Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Berdasarkan keputusanpresiden tersebut, maka berbagai organisasi kepanduan yang ada di Indonesiamelebur menjadi satu organisasi yang disebut dengan Gerakan Kepanduan PrajaMuda Karana disingkat Gerakan Pramuka.

Walaupun secara yuridis formal Gerakan Pramukalahir pada 20 Mei 1961, namun pendidikan kepanduan dan organisasi kepanduanmuncul di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka.

Konon terbitnya Keputusan Presiden nomor 238Tahun 1961 juga penuh dengan pergulatan politik, bahkan dokumen ini tidakditandatangani oleh Soekarno namun oleh Pejabat Presiden Ir. H. Djuanda padatanggal 20 Mei 1961. Pada saat itu Presiden Soekarno sedang melawat ke luarnegeri, pertanyaan yang mengemuka adalah mengapa tidak menunggu Presiden pulangke tanah air dan segenting itukah penandatanganan penyatuan puluhan organisasikepanduan ke dalam Gerakan Pramuka sehingga tanpa harus menunggu kepulanganSoekarno? Pertanyaan yang sampai sekarang belum dijelaskan kepada publik secaragamblang. Konon versi keputusan presiden yang akhirnya diterbitkan berbedadengan draf yang masuk ke staf kepresidenan. Adalah H. Mutahar yang memberikaninformasi adanya draf yang berbeda itu kepada Sri Sultan dan akhirnya mendesakPejabat Presiden untuk segera menandatangani Keputusan Presiden 238 tahun 1961sebagaimana kita kenal sekarang ini.

Namun demikian pada tanggal 14 Agustus 1961 tohakhirnya Presiden Soekarno menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka kepada SriSultan Hamengkubuwono IX sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yangpertama. Tanggal itulah yang kemudian diperingati menjadi Hari Pramuka.

Dari rentetan panjang terbentuknya GerakanPramuka, masih tersisa satu pertanyaan besar, dimanakah naskah asli KeputusanPresiden Nomor 238 Tahun 1961 disimpan? Sampai sekarang tidak ada yang bisamenjelaskan. Informasi tentang naskah asli Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun1961 sekabur naskah asli Supersemar.

Jika pada awalnya terdapat keputusan politikuntuk membersihkan sisa-sisa paham Baden Powell, maka tugas yang diemban SriSultan adalah membersihkan pengaruh komunis pada tubuh Gerakan Pramuka. Karenapada proses awal pembentukannya Gerakan Pramuka dipandang sebagai organisasiyang potensial bagi komunis untuk mengembangkan sayapnya.

Pergulatan politik itulah yang akhirnya membawaGerakan Pramuka masuk di sekolah pada awal masa orde baru. Dikhawatirkan akanditunggangi oleh eks-PKI, maka Gerakan Pramuka dititipkan di sekolah. Sehinggabermunculan Gugusdepan yang berpangkalan di sekolah sebagaimana kita kenalsekarang ini. Dan ini akhirnya menjadi gerakan yang sifatnya masif bahkan siswadiwajibkan mengikuti kegiatan kepramukaan atau minimal menggunakan seragampramuka pada hari tertentu di sekolah